Di jaman dulu, gotong royong memang merupakan nilai budaya yang mencerminkan "kebersamaan". Dewasa ini gotong royong di desa-desa tidak lebih dari sekedar "bekerja bersama-sama". Jadi ada bedanya. Pada waktu perang kemerdekaan dari tahun 1945 sampai 1950, nilai kebersamaan benar-benar terwujud di Indonesia. Semboyan yang berbunyi "Bersatu kita Tanpa Diupah, Warga di Magetan Gotong Royong Bangun Jalan Desa Sepanjang 65 Meter. Senin, 20 Juli 2020 18:35 WIB. Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Parmin. lihat foto. surya.co.id/doni prasetyo. Karya Bhakti TNI, warga Desa Banjarrejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan suka cita, bergotong royong membangun jalan aspal desanya, meski tanpa Gotong royong menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu). Untuk melakukan gotong royong diperlukan komitmen bersama dimulai dari perencanaan sampai kepada implementasi dilapangan. Seperti yang dicontohkan oleh warga masyarakat di Desa Naluk ketika akan melakukan suatu perhajatan. gotong royong ini memperkuat solidaritas masyarakat desa itu. Nilai gotong royong di desa ini tidak hanya dalam bentuk membersihkan desa secara bersaama, melainkan membangun desa dengan lebih baik lagi seperti bersosialisasi antar dusun dan mendidik anak anak yang ada di desa itu dengan suka rela. Kata Kunci: Jika diartikan dalam kata kerja (bergotong royong), kata ini memiliki arti bersama-sama mengerjakan atau membuat sesuatu. Menurut Pudjiwati Sakjoyo dalam bukunya yang bertajuk Sosiologi Pedesaan, gotong royong adalah adat istiadat tolong menolong antara beberapa masyarakat yang ada di berbagai macam lapangan kegiatan sosial, baik itu dalam kumbz.

foto gotong royong di desa